Jumat, 11 Februari 2011

Makalah Sufisme Di Era Modern

Pengertian Sufisme
 Sufisme adalah isme atau dapat juga dikatakan sebagai ilmu untuk menjalani kehidupan sufistik seorang sufi, yang mana diketahui bahwa akhir dari kesufian
adalah awal dari kenabian, yang tentu saja menjadikan kesufian dapat di artikan pencarian kesucian yang tertinggi yang menjadi dasar atau awal kenabian, demikianlah bahwa akhir kesufian hanyalah awal kenabian menjadikan setinggi-tinggi nya tingkat kesufian tidaklah dapat mencapai tingkat kenabian.Sejak abad ke II Hijriah sufisme sudah popular di kalangan masyarakat di kawasan dunia islam sebagai perkembangan lanjut dari gaya keberagamannya para zahid dan abid.( Moh. Toriquddin :2008 hal 206-207 )
Fase awal ini juga disebut sebagai fase asketisme yang merupakan bibit awal tumbuhnya sufisme dalam peradaban islam. Keadaan ini ditandai oleh munculnya individu-individu yang lebih mengejar kehidupan akhirat, sehingga perhatiannya terpusat untuk beribadah dan mengabaikan duniawi. Fase asketisme ini setidaknya berlangsung sampai akhir abad II hijriah dan memasuki abad ke III sudah menampakkan adanya peralihan dari asketisme ke sufisme.  Sejak kurun waktu itu sufisme berkembang terus kea rah penyempurnaannya dan spesifikasi terminology, seperti konsep intuisis, dzaug dan al-kasyf. Kesepatan perkembangan sufisme nampaknya memperoleh dorongan setidaknya dari tiga factor penting yakni: pertama gaya hidupnya yang serba ada yang diperagakan oleh sebagian besar pengusaha negeri aspek ini dorongan yang paling kuat adalah sebagai reaksi kelompok elit dinasti pengusaha.( A. Rivay Siregar: 2002,hal :294-295 )
Selain itu kerangka organisasi sufisme sejalan dengan pergeseran doktrin juga difungsikan untuk memerangi kompromi dan sinkretisme doktrin islam dengan ajaran-ajaran dan praktek-praktek kepercayaan lainnya.(Dr.Nurcholish Madjid:2002.hal 175-177)
Sufisme atau tasawwuf mengajarkan kita untuk melihat di balik selubung kegelapan yang telah menutupi sistem-sistem kepercayaan kita. Seseorang yang dengan tulus mengikuti program-program latihan sufi kemungkinan setelah beberapa lama melalui berbagai ujian/kesulitan akan menemukan/mendekati suatu keadaan di mana dia dapat “melihat sesuatu sebagaimana adanya”, ketika dia telah dengan istiqamah “mengabdi/melayani/beribadah kepada Tuhan seolah-olah dia telah melihat-Nya”, dan dia benar-benar menyadari bahwa dia berada “di dunia, sekaligus bukan dunia.(  www. tasawuf\Sufisme dan Dunia Modern.wordpress.com )

2.2 Tokoh-tokoh para sufisme kesatu dan kedua Hijriyah
1.      Hasan al-Basri
Nama lengkapnya al-Hasan bin Abu Sa’id. Dia dilahirkan di madinah pada tahun 21 H, dan meninggal di Basrah pada tahun 110 H. Ia adalah putra Zaid bin sabit seorang budak yang tertangkap di Maisan, yang kemudian menjadi sekretaris Nabi Muhammad SAW. Ia memperoleh pendidikan di Basrah, ia sempat bertemu dengan sahabat-sahabat nabi termasuk tujupuluh di antaranya adalah yang turut serta dalam perang Badr. Kemudian ibunya adalah hamba sahaya Ummu Salamah, istri Nabi. Ia tumbuh dalam lingkunagan orang saleh yang mendalam pengetahuan agamanya. Ia menerima hadis dari sejumlah ahabat dan diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib mengagumi akan kehebatan ilmunya. ( Asmaran As : 2002, hal265-266 )
2.      Ibrahim Bin Adham
Namanya adalah Abu Ishaq bin Adham, lahir di Balkh dari keluarga bangsawan arab. Dalam legenda sufi ia dikatakan sebagai seorang pangeran yang meninggalkan kerajaannya, lalu mengembara kea rah Barat untuk menjalani hidup sebagaui seotang petapa sambil mencari nafkah yang halal hingga meninggal di negeri Persia kira-kira pada tahun 160 H/777 M. Beberapa sumber mengatakan bahwa ibrahim terbunuh ketika mengikuti angkatan laut yang menyerang Bizantium Ibrahim bin Adham adalah seorang zahid di khurasan yang sangat menonjol di zamannya. Kendatipun dia putera seorang raja dan pangeran kerajaan Balkh, menurut Nicholson dia tidak terpesona oleh kekuasaan dan kerajaan yang dibawahinnya. Dia lebih suka memakai baju yang kasar dan mengarahkan pandangannya di negeri Syiria. Hal ini kulakukan dengan harapan aku bias memelihara kehidupan beragamaku dari godaan setan dan menjaga keimananku sehingga selamat sampai ke pintu gerbang kematian( Asmaran As : 2002, hal269-270 )

      3.    Sufyan al-Sauri
Namanya adalah Abu Abdullah Sufyan bin Sa’id Bin Masruq al-Sauri al-    Kufi. Dia dilahirkan di Kufah pada tahun 97 H/715 M, dan meninggal di Basrah pada tahun 161 H/778 M. Dia adalah seorang tabi’in pilihan dan seorang zahid yang jarang ada tandingannya bahkan merupakn seorang ulama hadis yang terkenal sehingga dalam merawinkan hadis, dia dijuluki amir al-mu’minin dalam hal hadis. Dan dia adalah salah seorang dari ulama mujtahidin yang mempunyai mashab sendiri. Menurut riwayat Abu al-Qasim al-Junaid mengikuti mashab beliau. Dan mashabnya bias bertahan selama 2 abad. Sufyan al-Sauri termasuk zahid yang sangat berani, tidak takut dibunuh dalam mengemukakan kritik terhadap pengusaha, beliau sanagt mencela kehidupan para pengusaha yang bergelimang dalam kemewahan, hidup berfoya-foya dengan kekayaan Negara yang diperoleh dari hasil ekspansi dan kemajuan islam, sementara masih banyak rakyat yang hidup dalam kemelaratan. Beliau dengan lantang memberi nasihat kepada umat islam agar jangan mengikuti perkehidupan mereka yang telah rusak moralnya itu. ( Asmaran As : 2002, hal273-274 )
1.      Rabi’ah al-Adawiyah
Nama lengkapnya ialah Ummu al-Khair Rabi’ah binti Isma’il al-Adawiyah al-Qisiyah. Informasi tentang biografinya begitu sedikit dan sebagaimana hanya bercorak mitos. Dia lahir I Basrah pada tahun 96 H/ 13 M. Lalu hidup sebagai hamba sahaya keluarga atik. Dia berasal dari keluarga miskin dan dari kecil dia tinggal di kota kelahirannya.Di kota ini namanya sangat harum sebagai seorang manusia suci dan sangat dihormati oleh orang-orang saleh semasanya.Menurut sebuah riwayat ia meninggal pada tahun 185 H/801 M. Orang orang mengatakan bahwa dia di kuburkan di dkat kota jerussalem Rabi’ah al-Adawiyah yang seumur hidupnya tidak pernah menikah ini mewujudkan bahwa di cinta kepada allah SWT. Tetapi dia tidak hanya berbicara tentang cinta ilahi, namun juga menguraikan ajaran-ajaran tasawuf yang lain. ( Asmaran As : 2002, hal274-278 )
2.3 Tokoh-tokoh sufi terkemuka abad III dan IV Hijriah
1.      Ma’ruf al-Karkhi
Namanya adalah Abu Mahfuz Ma’aruf bin Firuz al-Karkhi. Ia berasal dari Persia, namun hidupnya lebih lama di bagdad. Ia meninggal di kota ini juga pada tahun 200 H/815 M. Ia dikenal sebagai sufi yang selalu di liputi rasa rindu kepada Allah SWT sehinnga ia di golongkan ke dalam kelompok auliya. Dia di pandang sangat berjasa dalam meletakkan dasar-dasar tasawuf. Dan dia adalah pertama yang mengembangkan tasawuf dari pada cinta yang di bawa oleh Rabi’ah al-Adawiyah. Ia mengatakan bahwa timbulnya rasa cinta kepada allah itu bukan karena diusahakan melalui belajar, tetapi datangnya semata-mata karena karunia Allah. ( Asmaran As : 2002, hal279-280 )
2.      Abu al-Hasan Surri al-Saqti
Nama lengkapnya adalah Abu al-Hasan Surri al-Muglisi al-Saqti. Dia adalah murid Ma’ruf al-Karkhi dan paman al-Junaidi dan merupakan seorang tokoh sufi terkemuka di Bagdad, serta pernah mendapat tantangan dari Ahmad bin Hanbal. Dia mencari nafkah dengan berdagang barang-barang berkas dan meninggal pada tahun 253H/867 M dalam usia 98 tahun. Dalam sejarah sufi ai dikenal sebagai pelopor dalam membahas soal tauhid dan merupakan orang yang paling wara pada masanya. Disamping itu ia pun seorang imam masjid Bagdad. Dalam sejarahnya perkembangan tasawuf, Surri al-Saqti dipandang sebagai salah seorang pendiri sebuah aliran tasawuf Bagdad ini ke berbagai kawasan dunia islam, misalnya Musa al-Ansari yang menyebarluaskanya ke Khurasan; Abu Ali al-Ruzbari (322 H di fustat ) yang menyebarluaskannya ke Mesir dan Abu Yazid al-Adami (341 H ) yang menyebarluaskan ke jazirah arab. ( Asmaran As : 2002, hal280-283 )
3.      Abu Sulaiman al-Darani
Nama lengkapnya ialag Abu Sulaiman Abdurrahman bin Utbah al-Darani. Ia lahir di Dran sebuah kampong di kawasan Damaskus; dan meninggal pada tahun 215 H/830 M. Ia adalah murid Ma’ruf dan merupakan tokoh sufi terkemuka, seorang arif dan hidupnya sangat wara. Hidup kerohaniannya penuh diliputi dengan kebersihan jiwa dan kesucian pribadi. Pandangannya dalam tasawuf mengandung makna dan ibrad yang menjadi panutan bagi penganut ajaran tasawuf selanjutnya. Dalam sejarahnya al-Darani di kenal sebagai salah seorang sufi yang banyak membahas tentang ma’rifah dan hakikah. Dalam kaitan ini ai berkaitan dengan syariah. Hal ini dia tegaskan dalam ucapannya selama beberapa waktu aku terima persoalan ini sementara aku tidak bias menerimanya kecuali disertaidua saksi yaitu al-quran dan al-sunnah. ( Asmaran As : 2002, hal283-284 )
4.      Haris al-Muhasibi
Nama lengkapnya ialah Abu Abdillah al-Haris bin Asad al-Basri al-Muhasibi. Ia lahir di Basrah tahun 165 H/781 M. Selagi masih kecil dia pindah ke bagdad di sana dia kemudian belajar hadis dan teologi, bergaul rapat dengan tokoh-tokoh terkemuka dan menyaksikan perietiwa penting pada masa itu. Ia meninggal pada 243 H/851 M. Ajaran-ajaran dan tulisan memberikan pengaruh yang kuat dan luas kepada ahli-ahli sufi sesudahnya khususnya kepada Abu Hamid al-Gazali. Dia adlah seorang ulama yang termashur dalam ilmu usul dan ilmu akhlaq disamping dia juga seorang guru yang kenamaan di kota Bagdad. Dai digelari al-Muhasibi karena suka mengadakan intropeksi. Seperti sudah disinggung diatas dai mengarang berbagai kitab tasawuf. Sebagian besar lainnya memuat analisis kehidupan rohaniahhal inilah yang menjadi inti yang menjadi pokok tujuan kitabnya Al-Ri’ayah merupakan karya orang islam yang terindah tentang kehidupan esoteric dalam islam. ( Asmaran As : 2002, hal284-285 )
5.      Zu al-Nun al-Misri
Nama lengkapnya adalah Abu al-Faid Saubun bin Ibrahim Zu al-Nun al-Misri. Dia lahir di Ekhimim yang terletak di kawasan mesir hulu pada tahun 155 H/770 M. Banyak guru-guru yang telah di datanginya dan banyak pengembaraan yang telah dilakukannya baik di negeri arab maupun Syira. Pada tahun 214 H/829 M. Menurut biografi-biografi pada sufi, dia adalah salah seorang yang pada masanya terkenal keluasan ilmunya, kerendahan hatinya dan budi pekertinya yang baik. Dalam tasawuf posisinya dipandang penting karena dia itulah yang pertama di mesir yang memperbincangkan masalah ahwal dan maqamat para wali. Dlam tasawuf Zu al-Nun al_misri dipandang sebagai bapak paham ma’rifah. ( Asmaran As : 2002, hal287-288 )
6.      Abu Yazid al-Bustabi
Nama lengkapnya adalah Abu Yazid bin Isa bin Syurusan al-Bustami. Dia lahir sekitar tahun 200 H/814 M di Bustam, Bagian timur laut Persia. Ia meninggal di Bustam pula pada 261 H/875 M. Dan makamnya masih ada hingga saat ini. Abu Yazid adalah seorang tokoh sufi yang membawa ajaran yang bebeda dengan ajaran-ajaran tasawuf lsebelumnya. Ajaran yang dibawanya banyak tentang oleh ulama fiqh dan kalam, yang menjadi sebab ia keluar masuk penjara. Memang dalam perkembangannya tasawuf ia sebagai pembawa paham al-fana dan al-baqa serta sekaligus pencetus paham al-ittihad. Ia adalah seorang tokoh sufi yang terkenal pada tahun III Hijriyah dan berpendapat bahwa tasawuf yang dikemukakan seiring dengan kedua sumber ajaran islam. ( Asmaran As : 2002, hal295-296)
7.  Junaid al-Bagdadi
Nama lengkapnya adalah Abu al-Qasim al-Junaid bin Muhammad al-Nihawandi. Dia adalah putera seorang pedagang barang pecah belah dan keponakan surri al-Saqti serta teman akrab haris al-Muhasibi. Dia meninggal di Bagdad pada tahun 297 H/910 M. Termasuk seorang sufi yang luar biasa teguh dalam menjalankan syariat agama, sangat mendalam jiwa kesufiannya. Dia adalah seorang yang sangat faqih sering memberi fatwa sesuai mashab yang dianutnya, mashab Abu Sauri: serta teman akrab Imam al-Syafi’I ( Asmaran As : 2002, hal303-304)
8.   Al Hallaj
Nama lengkapnya adalah Abu Al-Mugis Al-Husain bin Mansur bin Muhammad al-Baidawi, dan lebih dikenal dengan nama al-Hallaj. Ia adalah seorang alim dalam ilmu agama islam. Sebagai mana dikatakan oleh Ibn Suraij ia adalah seorang yang hafal al-quran dan sarat dengan pemahamannya, menguasai ilmu fiqih dan adis serta tidak diragukan lagi keahliannya dalam ilmu tasawuf dan di juga seorang zahid yang terkenal pada masanya dan banyak lagi sifat-sifat kesalehannya. Keahlian dan kepribadiannya yang demikian itulah yang menjadikaannya mampu melahirkan karya-karya gemilang tentang tasawuf. ( Asmaran As : 2002, hal310-311 )
 9. Abu Bakr al-Syili
            Nama lengkapnya Abu Bakr Dulaf bin Jahdaral-Syibli keluarganya berasal dari Khurasan, tetapi dia sendiri dilahirkan di Bagdad. Ia meninggal pada tahun 334 H/946 M. Dalam usia 87 Tahun. Ia adalah seorang yang tidak pernah mengeluh menghadapi kehidupan dia hidup penuh kegembiraan. Bagaimana sikapseseorang dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, dia berujar Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya. Tasawufnya aialah duduk bersama allah tanpa ada rasa duka ( Asmaran As : 2002, hal324 )
2.4 Tokoh-tokoh sufi terkemuka abad kelima hijriyah
1.      Al-Qusyairi
Nama lengkapnya adalah Abd al-Karim bin Hawazin al-Qusyairi ia dilahirkan pada tahun 376 H di Istiwa. Ia adalah seorang tokoh terkemuka pada abd kelima Hijriyah, yang cenderung mengadakan pembaharuan yakni dengan mengembalikan tasawuf ke landasan al-quran dan al-sunnah yang merupakan cirri utama dari ajaran tasawuf sunni. Dapat di katakan ia terkenal karena ia menulis sebuah risalah tentang tasawuf yang diberi nama Al-Risalah al-Qusyairiyah. Sufi di berbagai Negara islam dalam tahun 473 H. ( Asmaran As : 2002, hal326 )
2.      Al-Harawi
Nama lengkapnya adalah Abu Ismail Abdullah bin Muhammad al-Ansari. Dia lahir tahun 396 H di herat ia adalah seorang faqih dari mashab Hambali dan karya-karyanya di bidang tasawuf di pandang amat bermutu. Sebagai tokoh sufi pada abad kelima hijrah dia mendasarkan tasawufnya di atas doktrin Ahl al-Sunnah. Bahkan ada yang memandangnya sebagai pengasas gerakan penbaharuan dalam tasawuf dan penentang para sufi yang terkenal dengan ungkapan-ungkapan yang aneh. Karyanya yang terkenal adalah Manazil al-Sa’arin ila Rabb Al-alamin( Asmaran As : 2002, hal328 )
3.      Al-Ghazali
Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Tusi al-Syafi dan lebih dikenal dengan nama al-gazali. Dia di lahirkan pada tahun 450 H/1058 M. Ia mengkaji aliran-aliran para teolog, filosof dan batiniah sebagaimana diutarakannya di dalam kitabnya Al-Munqiz memilih jalan tasawuf. ( Asmaran As : 2002, hal330 )
2.5 Tokoh-tokoh sufi terkemuka abad keenam hijriyah dan seterusnya
1.      Al-Suhrawardi al-Maqtul
Nama lengkapnya adalah Abu al-Futuh yahya bin Habsy bin Amrak di kenal sebagai al-Hakim. Ia dilahirkan di Suhrawad sekityar tahun 549 Hijriyah dan terbunuh di Halb tahun 587 H. Ia meninggalkan sejumlah karya antara lain adalah Hikmah Al-Isyraq, Al-Talwihat, Hayakil Al-Nur, al-Muqawimat, Al-Mutaribat, Al-Alwah, Al-Imadiyah den sebagain doa-doa ( Asmaran As : 2002, hal344 )
2.      Muhyiddin ibn’Arabi
Nama lengkapnya adalah Abu Bakr Muhammad bin Muhyiddin al-Hatimi al-Hatimi al-Ta’I al-Andalusi. Di andalusi ( Barat ) dia dikenal dengan nama Ibn’Arabi, tanpa alif-lam. Disamping itu dia biasa disebut dengan al-Qutb, al-Gaus,al-Syaikh atau Al-Kibrit al-Ahmar. Dia lahir pada tanggal 17 Ramadan 560 H/1163 M di Merica dan meninggal pada tanggal 28 Rabiul akhit 638 H/1240 M. ( Asmaran As : 2002, hal347 )
3.      Abd al-Karim al-Jili
Nama lengkapnya Abd al-Karim bin Ibrahim al-Jili. Dia dilahirkan di al-Jili, suatu tempat di kawasan bagdad pada tahun 767 H/1365 M. dan meninggal pada tahun 805 H/1403 M. Kitab al-jili yang paling terkenal yang menggambarkan ajaran tasawufya tentang konsep al-Insan al-Kamil. Kendati al-Jili membawa konsep kesatuan wujud dan tetap konsisten terhadap ajarannya namun dalam syariatnya ia tetap menjalankankewajiban ibadah seperti salat, puasa dan zakat menurutnya semakin tinggi derajad manusia semakin banyak ibadah yang mesti di lakukannya. ( Asmaran As : 2002, hal356-357 )
4.      Ibn al-Farid
Nama lengkapnya adalah Syarifuddin Umar Abu al-Hasan Ali yang lebih di kenal dengan Ibn al-Farid. Dia adalah seorang penyair sifi cinta ilahi yang dilahirkan di Cairo pada tahun 576 H yaitu setelah kepindahannya ayahnya di hammah dan ia meninggal di tempat kelahirannya pada tahun 632 ah/1233 M. Sebagai orang sufi cinta ilahi yang paling menonjol dalam sejarah islam Ibn al-Farid telah mendedikasikan seluruh hidupnyauntuk cinta tersebut sebagai hidupnya untuk cinta tersebut sebagai poros utama puisi-puisinya dalam diwan yang ditinggalkannya.karena itu ia dikenal gelar Sultan al-Asyiqin yang sekaligus menjadi nama karyanya ( Asmaran As : 2002, hal364)
5.      Jalaudin al-rumi
Nama lengkapnya adalah jalaludin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi. Dia lahir di Balkh pada tahun 604 H/1217 M. Dan meninggal pada tahun 672 H/1273 M di Qunyah. Ia menjadi seorang dai dan fiqih dan dia di pandang sebagai sufi yang menganut aliran kesatuan wujud. Sebagaimana sifi-sufi sebelumnya yang sealiran ( Asmaran As : 2002, hal368 )  
Kesimpulan
Sufi merupakan suatu komunitas rahasia spiritual (freemasonry) kuno yang belum pernah ditelusuri dan dicatat asal-usulnya. Mereka sendiri tidak tertarik untuk membukukan fakta tentang dirinya, karena sudah puas menjelaskan fakta dengan perspektif mereka sendiri di berbagai kawasan dan masa yang berbeda-beda. Meski secara umum fakta mereka disalahpahami sebagai satu madzhab Muslim, namun para Sufinya sebenarnya telah dikenal dalam semua agama
Tokoh-tokoh para sufisme kwsatu dan kedua Hijriyah : Hasan al-Basri, Ibrahim Bin Adham, Sufyan al-Sauri , Haris al-Muhasibi, Zu al-Nun al-Misri, Abu Yazid al-Bustabi, Junaid al-Bagdadi, Al Hallaj, Abu Bakr al-Syili
Tokoh-tokoh sufi terkemuka abad kelima hijriyah : Al-Qusyairi, Al-Harawi, Al-Ghazali
       Tokoh-tokoh sufi terkemuka abad keenam hijriyah dan seterusnya : Al-Suhrawardi al-Maqtul, Muhyiddin ibn’Arabi, Abd al-Karim al-Jili, Ibn al-Farid, Jalaudin al-rumi

Daftar Pustaka
Toriquddin,Moh.2008. Sekularitas Tasawuf.Uin-Malang Press:Malang
As,Asmaran.2002. Pengantar Studi Tasawuf. PT Raja Grafindo Persada:Jakarta
Siregar,rivay.2002. Tasawuf dari sufisme klasik ke neo-sufisme. PT Raja Grafindo Persada:Jakarta
Madjid,nurcholish.dkk.2002. Manusia Modern.Iman dan hikmah:Jakarta
www. tasawuf\Sufisme dan Dunia Modern.wordpress.com
















             


0 komentar:

Poskan Komentar